Mau Punya Toko Online Sendiri?
Silahkan pilih:

Paket Lengkappaket lengkap toko online

Paket Standarpaket standar toko online

Paket Pemulapaket pemula toko online

Paket Kombinasipaket kombinasi toko online

free hit counters

...

content top round

Pelatihan Membuat Toko Online dengan Quick.Cart

Hari ini, 16 November 2008, di Karisma Komputer Jl. Watumujur I No. 14 Malang, dilaksanakan salah satu rangkaian kegiatan workshop membuat toko online. Workshop ini sendiri rencananya dilaksanakan tanggal 15, 16, 22, 23 November 2008.

Sebagai pembicara, tentu saja adalah seorang admin situs tokokilat.com yang cukup melegenda (berlebihan)… yaitu: saya (ehm!).

Dan sebagai materinya, saya akan menyampaikan cara-cara membuat dan mengelola toko online dengan menggunakan Quick.Cart. Sebab memang setelah pengembaraan yang cukup melelahkan (hayah!) dalam mencari script toko online yang simpel namun enggak malu2in, maka pilihan hati jatuh pada Quick.Cart.

Quick.Cart sendiri merupakan script yang dikembangkan oleh Open Solution. Tetapi tentu saja peserta workshop kali ini mendapat sesuatu yang lebih dari sekedar script.

Tiap peserta akan dibimbing dari awal untuk menginstal software-software yang diperlukan sampai dengan memiliki toko online sendiri dalam Bahasa Indonesia luar dalam!

Bagaimana dengan Anda?

Sudah memiliki toko online sendiri?

Share/Save/Bookmark


Sebelum Memutuskan untuk Memiliki Toko Online

  • Author: admin
  • Filed under: Toko Online
  • Date: Nov 13,2008

Memutuskan memiliki sebuah toko online, (hampir) sama saja dengan memutuskan untuk memiliki anak lagi. Nah, pasti bingung (apalagi yang belum punya anak ^_^).

Maksudnya begini. Anak seringkali jadi salah satu ‘indikasi kebahagiaan’ di rumah tangga. Sehingga memiliki anak merupakan hal yang ‘hampir harus’. Maka jangan heran, pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada pengantin baru adalah: “Sudah isi (hamil) apa belum?”.
Lantas jangan heran kalau pengantin baru biasanya akan ‘berusaha keras’ untuk segera punya anak. Hahaha.

Nah, ketika akhirnya si istri hamil, akan disambut suka cita. Begitu seterusnya hingga waktunya kelahiran. Dan putra pertama yang ditunggu-tunggu, lahir sudah.

Sudah? Cukup sampai lahir?

Tentu tidak. Setelah anak lahir, akan membutuhkan konsekuensi yang lebih besar, dibandingkan ketika masih hidup berdua. Baik tenaga, waktu, maupun dana. Anak tentu saja membutuhkan perhatian dan dorongan yang lebih besar agar bisa tumbuh sehat, dan nantinya menjadi orang yang berhasil. Orang tua harus mau kehilangan banyak hal yang dulunya bisa dilakukan saat sebelum memiliki anak. Itu semua dilakukan demi sang anak.

Nah, sekarang pasti sudah faham.
Begitu juga dengan toko online. Kehadirannya seringkali diharapkan sebagai salah satu senjata bisnis. Mengingat potensi yang dimiliki toko online sangat besar. Jangkauan pemasaran global dan waktu yang tidak terbatas, membuat toko online bisa diandalkan untuk memperkenalkan bisnis yang dimiliki. Toko online akan berada di garis depan dalam memacu pertumbuhan bisnis. Jutaan calon konsumen akan datang ke toko online untuk melakukan transaksi yang menguntungkan.

Benar begitu?

Ya, itu apabila toko online ’sudah tumbuh besar dan sehat’.
Namun apabila toko online masih ‘bayi’, justru toko online-lah yang membutuhkan perhatian lebih. Toko online harus dirawat agar bisa tumbuh menjadi besar.

Pemilik dituntut harus ‘bertanggung jawab’ terhadap toko online yang dimiliki. Tidak cukup hanya bisa membuat, lalu meninggalkan begitu saja dengan harapan agar toko online-nya bisa terus tumbuh besar sendirian. Jika begitu, bisa terus hidup saja syukur.

Faktanya, untuk di Indonesia saja, banyak toko online yang telah mati
. Kisah-kisah memilukan matinya toko online ini dapat ditelusuri melalui rekaman-rekaman yang tersimpan di Google. Jika Anda suatu saat mencari sebuah produk di Google. Lalu dari daftar hasil pencarian tersebut, Anda tertarik pada sebuah link dan melakukan klik untuk mengunjungi alamat tersebut. Tetapi ternyata alamat tersebut sudah tidak ditemukan….mungkin itulah salah satu cerita tentang sebuah toko online yang sudah mati.

Untuk tingkatan global, kita tahu tentang era tumbangnya perusahaan-perusahaan dot com. Yaitu era di mana sebelumnya didahului oleh tumbuhnya perusahaan-perusahaan dot com dengan sangat pesat, kemudian secara drastis langsung berguguran dikalahkan seleksi alam (singkatnya begitu).

Toko online bukan dewa bagi usaha Anda.
Toko online hanyalah sebuah potensi kekuatan.
Sebuah potensi kekuatan, hanya akan menjadi kekuatan yang sesungguhnya jika dikelola dengan benar.

Untuk itu, perhatikan toko online Anda.
Sudahkan Anda bertanggung jawab terhadap toko online yang Anda miliki?

Apa bentuk tanggung jawab pemilik terhadap toko online-nya?
Apa kebutuhan toko online yang masih ‘bayi’?
Tetap di TokoKilat.com untuk bersama-sama membahasnya.

Share/Save/Bookmark


Ada apa di balik masa lalu tokokilat.com

Sejujurnya, situs ini belum saya submit di Search Engine. Tapi yah iseng aja saya masuk ke Google dan mengetikkan “tokokilat.com”.

Karena cuma iseng, tentu saja yang saya duga muncul adalah tulisan bahwa pencarian saya tidak sesuai dengan dokumen manapun.

Ternyata saya salah!

Terdapat 38 hasil pencarian tentang “tokokilat.com”. Weh!! Saya sempat GeEr. Saya pikir Google terlalu baik dengan saya sehingga web saya diindeks bahkan sebelum saya daftar. Khan luar biasa :)

Eh, tetapi setelah saya baca-baca…..
Saya baru tahu kalau dulu tokokilat.com itu sudah ada yang punya. Tapi entah kenapa akhirnya nama domainnya enggak diperpanjang…….

Padahal kalau enggak salah, tokokilat.com versi lama juga bergerak di bidang usaha pembuatan toko online seperti yang sekarang :o

Agh! Seperti cerita misteri saja. Sejujurnya yang saya rasakan adalah saya sekarang menempati sebuah rumah yang menyimpan misteri tentang penghuni lamanya… (merinding.com)

Adakah yang mau memberi tahu saya, kisah tentang tokokilat.com versi lama?

Share/Save/Bookmark